Penggalangan dana renovasi Gua Maria untuk dijadikan wisata rohani

0
650

Penggalangan dana renovasi Gua Maria untuk dijadikan wisata rohani

Seorang awam Katolik meski sulit berbicara karena sakit, dengan cinta dan tulus mengadakan malam penggalangan dana untuk renovasi Gua Maria Padang Bulan di Pringsewu, Lampung guna dijadikan tempat wisata rohani bagi umat Katolik.

Ketulusannya kemudian terwujud dalam malam amal berjudul Ave Maria yang diselenggarakan di Dom Harverst, Lippo Karawaci, Sabtu (28/5).

T. Hary Dwi Atmoko yang berasal dari Pringsewu dan kini menetap di Gading Serpong, Tangerang merasa terpanggil melaksanakan niat tulusnya saat bertemu dengan Uskup Tanjungkarang Mgr Yohanes Harun Yuwono pada Desember 2015.

Ia mengutarakan bahwa ia ingin membantu pencarian dana bagi pembangunan renovasi wisata religi umat Katolik Indonesia di Padang Bulan. Malam dana Charity Music Concert Ave Maria akhirnya digelar dengan dihadiri ratusan peserta yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan tersebut.

Gua Maria Padang Bulan merupakan salah satu destinasi wisata rohani bagi umat Katolik Indonesia dan yang sering disebut dengan nama Lourdes Van Lampung.

Berdasarkan sejarah yang ditulis oleh Uskup Tanjung Karang, mendiang Mgr Andreas Henrisoesanta SCJ, pendahulu Mgr Yuwono, tempat didirikannya Gua Maria Sendang Padang Bulan pada mulanya adalah tempat untuk bersembunyi bagi para imam dan masyarakat sekitar pada masa penjajahan Jepang tahun 1942 yang kemudian disusul pada 1949. Saat itu agresi Belanda mulai masuk ke Pringsewu.

Tempat ini menjadi lokasi bagi para gerilyawan untuk menyusun siasat dan beroperasi bahu-membahu berjuang melawan penjajah. Pada masa itu, air sebagai kebutuhan vital sangat sulit didapat, namun di lokasi ini ada sebuah mata air atau sendang yang tidak pernah kering. Akhirnya untuk menjawab kerinduan umat Kristiani akan sebuah tempat ibadah, dibangunlah Gua Maria di lokasi tersebut dan diberi nama Gua Maria Sendang Padang Bulan.

Tidak kurang dari 16 lagu dihadirkan pada pagelaran musik orkestra sesuai dengan tema Ave Maria.

Seluruh lagu yang terkait dengan pujian kepada Bunda Maria termasuk di dalamnya karya dari komposer dunia seperti JS Bach, G. Caccini, G Rusticana, Sister Act II, Franz Schubert dan juga lagu Nderek Dewi Maria yang merupakan lagu persembahan Uskup Yuwono.

Seluruh lagu diiringi oleh Musica Sacra Orchestra dengan konduktor Dominikus Catur R dengan menghadirkan Regina Caeli Children & Youth Choir, Parish Choir St Laurentius Alam Sutera, Magnificat Choir, St Helena Children Choir (SHCC) serta bintang tamu, Lisa A Riyanto, Jessica Januar, Aryo Indrastiono dan Toto Bariman (Saxophonis).

Sumber: ucanews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here