Home Berita Dunia Biarawati Sebarkan Cinta Tuhan via Lukisan

Biarawati Sebarkan Cinta Tuhan via Lukisan

44
0
SHARE

Lukisan-lukisan Suster Marie-Anastasia Carre dapat secara akurat mencerminkan apa yang pernah dikatakan Paus Fransiskus  –  La mia ide di arte: “Seni, selain menjadi saksi yang kredibel terhadap keindahan ciptaan, juga merupakan sarana  evangelisasi.”

Menatap Yesus Kristus, Bunda Maria dan para malaikat dalam lukisannya, orang dapat bertemu dengan Tuhan dan mendengarkan suara-Nya.

Biarawati Perancis, dari Komunitas Beatitudes, mengadakan pameran lukisannya, berjudul “Perjalanan Hati: Ziarah dari dalam,” di Gereja Maria Bunda Karmel di Wanchai, Hong Kong.

Suster Marie sebelumnya telah mengadakan pameran di Prancis, Makau, dan Hong Kong. Pameran terbarunya, yang diselenggarakan bersama dengan Pusat Audio-Visual Keuskupan Hong Kong, berakhir pada 20 Mei.

Suster melukis menggunakan cat air, akrilik, tinta Cina dan media campuran, terutama berfokus pada Yesus, Perawan Maria, malaikat dan pernikahan di Kana, mengekspresikan belas kasih, rahmat dan relasi.

Lukisan yang cukup terkenal adalah pengampunan yang penuh belaskasihan, sebuah karya dalam goresan akrilik berukuran 160 x 120 cm yang dilukis dalam 10 menit di sebuah pameran, dan seri pernikahan di Kana dalam akrilik yang terdiri dari tiga lukisan pernikahan gaya Hong Kong.

Pameran akan pindah ke Katedral Kelahiran Bunda Maria di Makau pada  Juni.

Suster Marie berharap karya-karyanya akan membantu orang  menanggapi panggilan Tuhan dan memulai perjalanan spiritual mereka. Dia mendorong pengunjung  menatap Kristus dan bertemu dengan Tuhan sambil menikmati pameran.

Suster Marie dilahirkan di sebuah keluarga seniman di Prancis dan belajar seni visual di universitas.

Pada Malam Natal yang diguyur hujan ketika mengunjungi Brussels di Belgia, dia melewati sebuah lorong dan melihat lukisan pastel Bunda Maria bersama bayi Yesus di atas tanah yang tampak bersinar menembus hujan.

“Saya tidak terlalu religius dan bahkan jauh dari gereja. Tetapi ketika saya melihat lukisan itu, saya terkejut menemukan bahwa Dia masih mau menemui saya dan berbicara kepada saya dalam bahasa yang saya gunakan sebagai seniman, meskipun saya jauh dari Dia, “kata Suster Marie.

“Cinta-Nya yang luar biasa ada dimana-mana. Aku telah jatuh cinta sebelumnya, tetapi tidak pernah merasakan cinta yang kuat seperti cinta-Nya, yang dapat membuat semua hal menjadi berbeda. Kamu seperti menghadapi pengampunan.”

Setelah lulus, Suster Marie bekerja sebagai guru seni. Namun, tidak dapat menghiraukan  panggilan batin  menjadi seorang biarawati, ia meninggalkan seni dan menjadi  calon biarawati  pada usia 23 tahun.

Dia mengabdikan dirinya sepenuh hati untuk kehidupan komunitasnya dan tidak pernah memegang kuas cat selama 11 tahun berikutnya.

Bertahun-tahun kemudian, dia dikirim ke Filipina  bekerja di sebuah tempat pendidikan orang muda, di mana dia ditunjuk mengatur kegiatan seni. Dia menemukan seni memberi kekuatan baru kepada banyak anak muda dan mereka mendapatkan kehidupan baru.

Kemudian dia mendengar Tuhan sekali lagi berbicara kepadanya: “Sangat baik bagi Anda  menggunakan seni  membantu orang lain, tetapi bagaimana dengan diri Anda sendiri?”

Dia mengambil kuas catnya lagi dan mulai melukis. Hampir dua tahun kemudian, ia dipanggil kembali ke Prancis dan menyelesaikan gelar master dalam teologi. Tesisnya tentang seni dan teologi.

Setelah lulus, komunitas mengirimnya untuk mewartakan Kabar Baik dan terlibat dalam seni dengan tujuan  mempromosikan seni Katolik untuk spiritualitas dan  berbagi sukacita Injil, mendorong orang  memuji Tuhan dan bertemu dengan Dia melalui seni.

Inspirasi sang suster dalam melukis  berasal dari pengalamannya dalam kehidupan dan doa tetapi terutama dari Firman Tuhan.

Sister Marie menggambarkan pengalamannya sebagai panggilan dalam panggilan. Dia pergi ke mana Tuhan ingin dia pergi mewartakan nilai-nilai universal dari hubungan baik, iman, harapan, kasih sayang dan cinta dengan orang yang percaya dan tidak percaya karena karyanya mengandung misi evangelisasi.

Dalam kata pengantarnya pada saat pembukaan pameran, ia mengatakan: “Hidup saya adalah sebuah ziarah, sebuah perjalanan dimana seseorang tetap gelisah sampai seseorang menemukan ketenangan di dalam Tuhan.

“Dalam perjalanan ziarah ini, seni memiliki misi khusus. Ia mengubah yang tak terlihat menjadi nyata. Seni mengungkapkan rahmat dan berkah menjadi cahaya dan warna; itu membuat pengalaman religius tersedia bagi kita.

“Penciptaan seni juga merupakan sekolah untuk fleksibilitas hati. Saya percaya bahwa seni adalah misi saya. Saya berbagi  perjalanan saya sebagai pencari tak terbatas, pencari Tuhan.”

sumber: ucanews

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here