Home Ziarah Pertapan Bunda Pemersatu Gedono

Pertapan Bunda Pemersatu Gedono

1611
0
SHARE

 

Sunyi, hening, nyaris tanpa ada suara berisik di area pertapaan rubiah ( rohaniwati/ pertapa wanita ) Ordo Cisterciensis Obsevansi Ketat ( OCSO ) pertama di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1987. Para umat atau pengunjungyang datang pun tidak  berbicara  terlalu keras, mereka nyaris berbisik saat berkomunikasi dengan yang lain. Seolah-olah ada tombol mute yang sengaja dipencet di Pertapaan Gedono ini. Sambil menunggu ibadat siang yang akan dimulai pukul 12 siang, pengunjung bisa menikmati keindahan halaman penuh bunga-bungaan yang terletak di depan gereja

Tampak beberapa bangunan yang tersebar di tengah halaman yang dipenuhi  pohon pinus dan tumbuh-tumbuhan yang ditata dengan rapi di pertapaan Bunda Pemersatu – Gedono. Masing-masing bangunan berada terpisah satu sama lain, ada ruang ibadah, ruang dapur dan makan, kemudian bangunan rumah tamu serupa dengan bungalow yang diperuntukkan untuk tamu yang akan menginap. Unik, itu kata yang pas untuk mengambarkan arsitektur bangunan pertapaan Gedono. Tembok di setiap bangunan terbuat dari batu alam yang tersusun rapi, pintu dan jendela yang terbuat dari kayu berbentuk kubah serta lubang ventilasi udara yang berbentuk bulat dan persegi semakin membuat bangunan terlihat unik. Di belakang bangunan depan terdapat biara tempat tinggal para rubiah dengan halaman hijau yang luas. Desain dan keunikan bahan bangunan pertapaan Gedono ini merupakan buah karya dari Romo Mangunwijaya yang terkenal dengan rancangan pemukiman Kali Code di Yogyakarta.

Misa setiap minggu dan hari-hari tertentu merupakan misa para rubiah. Tamu yang datang boleh mengikuti misa yang sedang berlangsung, namun duduk terpisah dengan ruangan para rubiah. Sosok suster atau biarawati di sini nyaris tidak ada bedanya dengan penampilan biarawati di lain tempat, memakai jubah berwarna putih dan hitam dengan tutup kepala serta rosario yang dikalungkan di leher mereka. Perbedaannya hanya ikat pinggang terbuat dari kulit warna coklat yang terlihat melingkar di pinggang mereka. Saat misa akan dimulai, seorang biarawati mulai menyalakan lampu di dalam ruang ibadah, menyiapkan peralatan yang akan digunakan selama perayaan ekaristi,  membagi-bagikan lembaran lirik lagu pujian yang dikutip dari Madah Bakti ke masing-masing pengunjung, serta membuka pagar besi pembatas setinggi orang dewasa yang memisahkan ruang ibadah antara umat dan para rubiah. Satu-persatu para rubiah duduk di ruang khusus mereka, dengan posisi paling depan terlihat sosok biarawati asal Eropa bernama Sr Martha E Driscoll. Beliau adalah ibu Abbdis, sebutan pemimpin biara yang mengabdikan hidupnya di Gedono sejak puluhan tahun yang lalu. Tak lama kemudian datang seorang Romo yang akan memimpin misa selama satu jam dan misa pun dimulai

Setelah misa selesai, para pengunjung bisa membeli buah tangan khas Gedono di sebuah toko kecil yang menjual hasil bumi dari perkebunan biara serta makanan kecil buatan para rubiah. Mereka menjual kefir (susu fermentasi semacam yogurt), syrup asem, markisa, selai stroberi, snack yang terbuat dari remah-remah hosti, sampai souvenir khas Gedono seperti hiasan meja bergambar Bunda Maria dengan sosok berpakaian kebaya dan jarik serta bersanggul yang mengendong bayi Yesus. Semua merupakan hasil kerja para biarawati dan menurut beberapa info, sebagian keuntungan dari penjualan tersebut digunakan untuk membantu masyarakat sekitar yang sekiranya membutuhkan, seperti membantu biaya sekolah anak-anak di desa.

Jika anda berkunjung pasti anda selalu ingin kembali ke PERTAPAAN BUNDA PEMERSATU GEDONO untuk dapat menikmati suasana hening dan tentramnya. Saya sendiri bersama teman saya Miko selalu mengulang hadir disini karena susana yang sangat naman jauh dari hiruk pikuk kota 🙂

SHARE
Previous articleGua Maria Jatiningsih
Next articlePaus Mendapat Mobil Bekas
Rudi
Karena kita tidak mungkin menjadi superman lebih baik kita jadi super team,tapi super team itu berat,kamu gak akan kuat.. biar aku saja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here